Translate

Wednesday, 18 June 2014

PENTINGNYA PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK




Pendidikan seks penting diberikan kepada remaja, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Upaya ini perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat selama ini banyak remaja yang memperoleh “pengetahuan” seksnya dari teman sebaya, membaca buku porno, menonton film porno, dsb. Oleh karena itu, perlu diupayakan adanya pendidikan seks dikalangan remaja.

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak dengan dewasa, dan reaktif belum mencapai tahap kematangan mental dan social sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan social yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi, tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa krisis.

Di negara-negara berkembang, masa transisi ini berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama kali ternyata selalu lebih muda daripada usia ideal untuk menikah. Menurut data yang ada, sekitar 60 persen kelahiran anak di kalangan remaja di dunia adalah kehamilan yang tidak diharapkan. Hal ini diperkuat oleh semakin canggihnya perkembangan teknologi komunikasi yang menyebarkan berbagai informasi dan hiburan budaya pop sehingga justru memancing remaja untuk mengadopsi perilaku-perilaku yang tidak sehat, mempercepat usia awal seksual aktif, serta dapat mengantarkan remaja pada kebiasaan berperilaku seksual yang berisiko tinggi.

Mengingat dampaknya tersebut, maka sebagian masyarakat tidak perlu ragu dan segera menyadari pentingnya pendidikan seks bagi remaja. Artinya kit sebagai orang tua/ orang yang lebih dewasa yang lebih mengerti tentang hal tersebut mesti menjelaskan. 
  • Apa itu sex?, 
  • Apa itu free sex(sex bebas) ?
  • Apa akibat dari free sex?
  • dll.
Tentunya dengan pendekatan yang berbeda disetiap jenjang usia anak, daripada anak mengetahui hal tersebut dari dunia luar, yg belum tentu unsure kebenarannya atau bahkan mungkin menjerumuskan anak tersebut.

tapi setiap pertanyaan harus di jawab sesimple mungkin tapi tidak boleh ngawur, harus sesuai dengan fakta tapi dengan bahasa yang santun

Dari mana saya/bayi berasal?
Bila anak Anda masih di bawah 8 tahun, tak perlu memberikan jawaban yang kompleks dan detail. Cukup katakan,"Itu karena Mama dan Papa memang ingin punya anak. Kami saling sayang, suka berciuman dan berpelukan, karena itu kamu ada." Ketika anak sudah menstruasi, tambahkan bahwa wanita yang sudah haid bisa hamil dan punya anak.

Seks oral, apaan sih?
Jika Anda tipe orang tua yang menganggap remajanya masih kecil dan tak tahu apa-apa, mungkin akan terkejut membaca ini: pada Juli 2009 lalu, majalah remaja Gadis bertanya pada pembacanya di Facebook seputar seks. yang mencengangkan, seorang remaja kelas 1 SMP menjawab,"Teman sekelas saya pernah menghisap alat kelamin cowoknya." Jadi, memang ada remaja yang bahkan telah melakukannya!

Bila ditanya seperti ini oleh remaja, Ninuk Widyantoro -ketua Yayasan Kesehatan Perempuan sekaligus sex educator-  biasanya bertanya balik. "Kamu tahu pil oral, nggak? Itu pil yang dimasukkan ke mulut. Nah, kalau seks oral kira-kira apa?" Jawaban ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang apakah oral seks itu aman dan apa akibatnya bila dilakukan.

Ciuman itu enak, nggak?
Katakan dengan tenang,"Karena Mama dan Papa saling sayang, berciuman selalu menyenangkan. Ciuman itu enak kalau dua-duanya saling menyayangi. Jadi kamu tak boleh memaksa orang. Tapi kalau berlebihan juga tidak enak. Misalnya, kalau makan gado-gado yang terlalu pedas kan justru tidak nikmat. Jadi, hidup itu harus pintar menakar."

Apa aku boleh pacaran?
Pahamilah bahwa anak-anak yang sudah menstruasi atau mimpi basah berarti sudah memiliki libido dan bisa menyukai lawan jenis. Menurut Ninuk, daripada mereka sembunyi-sembungi, lebih baik dibolehkan tapi dibimbing dan diawasi. 

Misalnya, daripada orang tua waswas, ajak saja pacar si anak sesekali makan atau pergi bersama. Atau temani mereka saat jalan ke mal, lalu janjian untuk ketemu sekian jam lagi. Ada baiknya Anda juga berusaha mengenal orang tua pacar anak.

Apa itu ereksi ?
Jawaban Anda : penis pada anak laki-laki biasanya lunak. Namun kadang-kadang penis akan menjadi tegang dan keras serta berukuran lebih panjang saat banyak aliran darah yang masuk menuju ke penis, dan inilah yang kemudian disebut dengan ereksi. Waktu terbaik untuk menjelaskan tentang ereksi adalah saat pagi hari, dimana biasanya penis anak akan ereksi pada saat bangun tidur. Waktu ini juga bisa dipergunakan orang tua untuk menjelaskan tentang fenomena mimpi basah.
Apa itu menstruasi ?
Jawaban Anda : Ada masanya disaat seorang anak perempuan menjadi dewasa dan mampu untuk hamil. Jelaskan juga bahwa menstruasi adalah sebuah periode yang umum dalam sebuah siklus reproduksi perempuan. Anda harus menjelaskan bahwa seseorang yang sudah mengalami menstruasi artinya sudah mampu untuk menjadi hamil. Harus juga dijelaskan dari mana salnya perdarahan dan tentang kebersihan organ reproduksi pada saat menstruasi.
Bagaimana orang berhubungan seks ?
Jawaban Anda : Jujurlah dengan pertanyaan ini. Anda harus secara jujur mengatakan bahwa hubungan seks terjadi ketika seorang pria memasukkan penis kedalam seorang perempuan, atau sebaliknya. Untuk lebih mudah Anda bisa menggunakan ilustrasi atau diagram agar anak lebih mampu memahami. Pada kesempatan ini sampaikan juga mengenai seks yang aman dan kapan waktu yang ideal untuk seseorang mulai berhubungan seks.
Dapatkah dua orang perempuan atau dua orang pria berhubungan seks ?
Jawaban Anda : Anda harus secara jujur menjelaskan pandangan Anda terhadap homoseksualitas. Disini Anda bisa menanamkan nilai-nilai keluarga yang Anda yakini. Namun sampaikan juga pandangan bahwa meskipun nilai keluarga Anda tidak setuju dengan homoseksualitas, anak harus tetap menghormati pilihan orientasi seks orang lain.
Apa itu masturbasi ?
Jawaban Anda : Banyak anak-anak usia dua sampai lima tahun akan mulai tertarik dengan organ seksualnya sendiri. Anak laki mungkin akan memegang-megang penisnya dan nampak seperti masturbasi, sedangkan anak perempuan mungkin juga akan mengelus-elus vaginanya. Yakinkan pada anak Anda bahwa ada suatu aktifitas yang disebut dengan masturbasi. Jangan salahkan aktifitas ini, karena bisa memberikan pandangan negatif anak terhadap seksualitas. Katakan pada anak bahwa masturbasi itu adalah sebuah aktifitas yang juga banyak dilakukan oleh orang lain (sekitar 95% orang dewasa melakukan mastrurbasi), namun yang perlu diyakinkan adalah bahwa masturbasi adalah sebuah proses yang sangat privat. Apabila anak melakukan masturbasi secara terbuka, harus disampaikan bahwa itu bukanlah tindakan positif dalam seksualitas. Bahwa seksualitas itu adalah sebuah area privat yang tidak boleh dilakukan dimuka publik.
 Tanggungjawab reproduksi dan konsekuensi reproduksi
Bicarakan kepada Anak Anda tentang konsekuensi emosi dan fisik ketika nantinya anak menjadi aktif secara seksual. Jelaskan juga dampak dari kehamilan, infeksi menular seksual dan berbagai perasaan yang diakibatkan dari sebuah relasi seksual. Mendiskusikan isu-isu ini dapat membantu anak Anda ketika suatu saat mengalami depresi masa remaja dan mempersiapkan aspek emosi saat anak menjadi  siap dan aktif secara seksual. Sebaiknya juga dibicarakan mengenai perkawinan dan keluarga, bahwa tanggung jawab reproduksi merupakan sebuah tanggung jawab yang holistik antara aspek rekreasi dan prokreasi. Keseimbangan antara kedua aspek tadi merupakan salah satu komponen terpenting dari tanggung jawab reproduksi.  Selain Anda menyampaikan bahaya dan konsekuensi dari seks, Anda juga harus menyampaikan tentang keindahan seks. Anda harus mampu menjelaskan bagaimana seks akan menjadi indah apabila diwujudkan dalam sebuah komitmen.
 Setiap waktu adalah saat yang berharga
Gunakan kesempatan yang muncul setiap saat untuk membicarakan tentang seks. Momen-momen yang berharga ada kapanpun dan dimanapun. Jika ada anggota keluarga, tante atau bibi, yang sedang hamil gunakan kesempatan tersebut untuk membicarakan mengenai kehamilan dan bagaimana bayi kemudian berkembang di dalam rahim. Saat muncul iklan tentang produk-produk kewanitaan, Anda bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk membicarakan mengenai menstruasi. Jika muncul pasangan yang sedang pacaran di televisi, Anda harus mengambil kesempatan tersebut untuk membicarakan mengenai relasi dan kasih sayang.
Tips-tips untuk membicarakan tentang seks kepada anak Anda
1.   Berpikirlah bagaimana Anda ingin seks itu diajarkan kepada anak Anda sebagaimana Anda ingin mengetahui tentang seks tersebut. Tanyakan kepada diri Anda sendiri jika Anda menjadi anak-anak, apa yang ingin Anda ketahui tentang seks.
2.   Berikan jawaban-jawaban yang sesuai dengan umur anak. Berkan penjelasan sesuai dengan usia kedewasaan anak. Tidak perlu memberikan penjelasan terhadap apa yang tidak ditanyakan. Jangan membebani anak dengan berbagai informasi, karena justru bisa membiaskan pemahaman anak.
3.   Komunikasi selalu dua arah. Ketika anak menanyakan tentang seks, secara lembut tanyakan kembali maksud pertanyan tersebut agar Anda tidak salah memberikan penjelasan. Cari tahu apa saja yang sudah mereka ketahui tentang hal yang ditanyakan dan darimana mereka memperoleh informasi tersebut. Disini Anda bisa melakukan koreksi terhadap semua informasi yang salah atau kurang tepat. Komunikasi dua arah akan memberikan Anda kesempatan berpikir dan tidak terburu-buru dalam memberikan informasi kepada anak.
4.   Jujur. Anak-anak mampu mengetahui jika orang tuanya berkata tidak jujur. Jika ini terjadi, besar kemungkinan anak akan menjadi lebih tertutup di kemudian hari. Anak akan menjadi kapok untuk berbicara tentang seks kepada orang tuanya. Jika And atidak tahu tentang jawaban sebuah pertanyaan, jangan ragu untuk mengatakan sejujurnya kepada anak, dan katakan bahwa Anda bisa mencari jawabannya bersama-sama dengan anak.
5.   Membaca. Untuk menjadi sex educator yang baik buat anak, tentu saja orang tua harus memiliki pengetahuan yang lebih  tentang seksualitas. PAndangan yang cair dan tidak kaku tentang seksualitas akan membantu orang tua untuk mampu berkata jujur kepada anak.
6.   Anda memulai diskusi. Beberapa anak memang terlahir sebagai seorang yang pemalu dan memang tidak akan banyak bertanya apapun tentang banyak hal. Dalam hal ini orang tua harus memulai pembicaraan terlebih dahulu.
7.   Tetaplah tenang. Terkadang pertanyaan anak cukup mengejutkan bagi orang tua. Berusaha untuk tetap tenang dan menjaga bahas tubuh akan meyakinkan anak bahwa orang tuanya adalah role model yang tepat untuk seksualitas. Ketika anak menanyakan seksualitas di muka umum juga jangan menunjukkan ekpresi yang berlebihan, tetap tenang dan fokus pada pertanyaan anak. Jelaskan bahwa semua pertanyaan pasti akan dijawab, namun ada beberapa pertanyaan yang memang perlu dijawab secara privat.
8.   Ingatlah bahwa pendidikan seks adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Jangan ragu untuk terus selalu berdiskusi kepada anak Anda walaupun mereka sudah menginjak remaja. Karena proses komunikasi harus selalu terjadi.


SEmoga bermanfaat


No comments:

Post a Comment