Translate

Tuesday, 17 June 2014

Karakteristik Atlit Usia Dini


Usia dini merupakan tahap dimana pembekalan teknik yang benar atau technique foundation. Masa itu lah kita sebagai pelatih atau guru penjas mengajarkan teknik-teknik yang benar dalam sebuah cabang olahraga sebelum nantinya terpengaruh oleh gerakan-gerakan yang salah atau gerkan lanjutan dari teknik dasar yang seharusnya belum diberikan sebelum teknik dasar dikuasai, yang membuat teknik yang dilakukan tidak sempurna.
            Latihan olahraga haruslah mulai dari usia anak-anak sehingga tubuh dan pikiran (body and mind) dapat dikembangkan secara terus menerus (progresif) dan sistematis. Aspek latihan yang perlu dikembangkan pada anak usia muda adalah terutama keterampilan (teknik) gerak dasar yang benar dengan kemampuan fisik dasar yang baik..
 Dalam melatih anak-anak calon atlet haruslah dengan seksama memperhatikan dan memahami prinsip-prinsip latihan yang dikaji dalam ilmu faal, teori pertumbuhan dan perkembangan anak, psikologi, nutrisi dan juga pedagogik agar prestasi puncak dapat dicapai sesuai dengan rencana.
Guna melengkapi pemahaman perlu kiranya kita mengetahui karakteristik individu, karena setiap calon atlet mempunyai ciri yang berbeda dan unik, seperti kepribadian (personalities), karakter fisik (physical characteristics), perilaku sosial (social behaviors), dan kapasitas intelektual (intellectual capacities).
Oleh karena itu, kita cermati tahapan usia anatomik sebagai bagian dari karaketer dari individu tersebut yang dapat dilihat pada tabel berikut.




 Tahapan Usia Anatomik

Fase Perkembangan
Usia Kronologis
Tahap
Usia
Ciri Perkembangan
Anak-anak (awal)
0-2
Baru lahir
0-30 hari
Perkembangan Organ yang Cepat
Bayi
1-8 bulan
Merangkak
9-12 bulan
Berjalan
1-2 bulan
Prasekolah
3-5
Kecil
3-4 tahun
Terjadinya perubahan yang komplek dan penting (fungsional, perilaku, pribadi)
Sedang
4-5 tahun
Besar
5-6 tahun
Usia sekolah
6-18
Prapuber
6-11 (pi)
Perkembangan lambat dan seimbang ketika fungsi beberapa organ menjadi lebih efesien
7-12 (pa)
Puber
11-13 (pi)
Perkembangan cepat dalam tinggi, berat, dan efesiensi beberapa organ; kematangan sek dengan perubahan perilaku.
12-14 (pa)
Setelah puber
13-18(pi)
Perkembangan lambat, seimbang, dan proporsional; kematangan berperan
14-18 (pa)

Secara psikologis seorang anak selalu mencari pengakuan dari orang dewasa akan kemampuan dirinya. Dalam melakukan aktivitas olahraga, pujian yang diberikan terhadap penampilan anak dapat mengembangkan aspek psikologisnya, seperti perasaan percaya diri, kegembiraan, harga diri, pengalaman merasakan mencapai tujuan, dan pengakuan dari teman sebaya. Sebaliknya, jika anak mendapatkan pengalaman yang negatif dalam berolahraga, maka aspek psikologisnya pun dapat berkembang secara negatif. Disini penilaian diri negatif, frustrasi, agresi dan aspek negatif lain dapat terlihat dengan jelas.
Pada masa awal dimana orangtua, guru atau pelatih mendapatkan bahwa seorang anak memiliki minat atau bakat olahraga, maka mereka mendukungnya secara positif. Dalam masa ini, yang diperlukan anak adalah kegembiraan dalam melakukan latihan olahraga. Oleh karena itu pelatihnya tidak perlu menekankan pada penguasaan teknik atau peraturan pertandingan. Pujian atau hadiah diberikan kepada usaha yang dilakukan anak, bukan terhadap hasil akhir. Disini perlu ditanamkan perasaan mencapai sukses bukan hanya sebagai juara, tetapi juga sebagai partisipan. Oleh karena itu, penting sekali di masa awal ini setiap partisipan dalam suatu kejuaraan bisa mendapatkan penghargaan.
Setelah anak mulai menyenangi dengan olahraga yang dilakukannya, maka motivasi dan dedikasinya untuk lebih menguasai keterampilan olahraga tersebut akan lebih meningkat. Disini diperlukan pelatih yang lebih terampil dan memiliki hubungan positif dengan anak, sehingga sang anak bisa lebih mengembangkan keterampilan olahraganya dan semakin merasakan keterikatan dengan olahraganya tersebut.
Sebagai pemain muda, persiapan mental dalam menghadapi pertandingan juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Utamanya atlet perlu dibiasakan berfikir positif, diberi keyakinan bahwa dalam pertandingan nanti dirinya mampu menampilkan keterampilan yang telah dilatihnya. Untuk itu beberapa latihan keterampilan psikologis (psychological skills training) seperti latihan relaksasi, latihan konsentrasi dan latihan imajeri perlu diajarkan.
Maka daripada itu untuk melatih atlet usia dini, harus memahami karakteristik yang mereka miliki. Berikut ini yang harus dilakukan kepada pemain sepak bola usia dini :
  1.  Latihan yang dilakukan lebih diprioritaskan pada segi teknik dasar
  2.  Latihan fisik yang diberikan bisa diberikan dalam waktu yang panjang, tetapi tidak dalam bentuk yang ekstrim karena bisa menyebabkan cedera dan menghambat perkembangan pada tulang si anak
  3.  Latihan yang diberikan sebaiknya dapat merangsang pertumbuhan tubuh si anak
  4. Pelatih harus mengetahui bahwa anak yang dalam masa pertumbuhan memiliki susunan tulang rawan yang sedang tumbuh, jadi latihan yang diberikan sebaiknya tidak membahayakan susunan tulang rawan tersebut. Agar tidak terjadi cedera permanen
  5. Apabila akan memberikan latihan kekuatan sebaiknya diberikan dengan beban yang ringan, dengan pengulangan yang relatif banyak
  6.    Latihan yang diberikan pada usia ini adalah daya tahan, karena pada masa ini kemampuan daya tahan tubuh si anak dalam menghadapi suatu latihan sedang meningkat pesat



No comments:

Post a Comment