Usia dini merupakan tahap dimana pembekalan teknik yang benar atau
technique foundation. Masa itu lah
kita sebagai pelatih atau guru penjas mengajarkan teknik-teknik yang benar
dalam sebuah cabang olahraga sebelum nantinya terpengaruh oleh gerakan-gerakan yang salah atau
gerkan lanjutan dari teknik dasar yang seharusnya belum diberikan sebelum
teknik dasar dikuasai, yang membuat teknik yang dilakukan tidak sempurna.
Latihan
olahraga haruslah mulai dari usia anak-anak sehingga tubuh dan pikiran (body and mind) dapat dikembangkan secara
terus menerus (progresif) dan
sistematis. Aspek latihan yang perlu dikembangkan pada anak usia muda adalah
terutama keterampilan (teknik) gerak dasar yang benar dengan kemampuan fisik
dasar yang baik..
Dalam melatih anak-anak
calon atlet haruslah dengan seksama memperhatikan dan memahami prinsip-prinsip
latihan yang dikaji dalam ilmu faal, teori pertumbuhan dan perkembangan anak,
psikologi, nutrisi dan juga pedagogik agar prestasi puncak dapat dicapai sesuai
dengan rencana.
Guna melengkapi pemahaman
perlu kiranya kita mengetahui karakteristik individu, karena setiap calon atlet
mempunyai ciri yang berbeda dan unik, seperti kepribadian (personalities), karakter fisik (physical
characteristics), perilaku sosial (social
behaviors), dan kapasitas intelektual (intellectual
capacities).
Oleh karena itu, kita
cermati tahapan usia anatomik sebagai bagian dari karaketer dari individu
tersebut yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Tahapan Usia Anatomik
|
Fase
Perkembangan
|
Usia
Kronologis
|
Tahap
|
Usia
|
Ciri
Perkembangan
|
|
Anak-anak
(awal)
|
0-2
|
Baru
lahir
|
0-30
hari
|
Perkembangan
Organ yang Cepat
|
|
Bayi
|
1-8
bulan
|
|||
|
Merangkak
|
9-12
bulan
|
|||
|
Berjalan
|
1-2
bulan
|
|||
|
Prasekolah
|
3-5
|
Kecil
|
3-4 tahun
|
Terjadinya
perubahan yang komplek dan penting (fungsional, perilaku, pribadi)
|
|
Sedang
|
4-5
tahun
|
|||
|
Besar
|
5-6
tahun
|
|||
|
Usia
sekolah
|
6-18
|
Prapuber
|
6-11
(pi)
|
Perkembangan
lambat dan seimbang ketika fungsi beberapa organ menjadi lebih efesien
|
|
7-12
(pa)
|
||||
|
Puber
|
11-13
(pi)
|
Perkembangan
cepat dalam tinggi, berat, dan efesiensi beberapa organ; kematangan sek
dengan perubahan perilaku.
|
||
|
12-14
(pa)
|
||||
|
Setelah
puber
|
13-18(pi)
|
Perkembangan
lambat, seimbang, dan proporsional; kematangan berperan
|
||
|
14-18
(pa)
|
Secara psikologis seorang anak selalu mencari pengakuan
dari orang dewasa akan kemampuan dirinya. Dalam melakukan aktivitas olahraga,
pujian yang diberikan terhadap penampilan anak dapat mengembangkan aspek
psikologisnya, seperti perasaan percaya diri, kegembiraan, harga diri,
pengalaman merasakan mencapai tujuan, dan pengakuan dari teman sebaya.
Sebaliknya, jika anak mendapatkan pengalaman yang negatif dalam berolahraga,
maka aspek psikologisnya pun dapat berkembang secara negatif. Disini penilaian
diri negatif, frustrasi, agresi dan aspek negatif lain dapat terlihat dengan
jelas.
Pada masa awal dimana
orangtua, guru atau pelatih mendapatkan bahwa seorang anak memiliki minat atau
bakat olahraga, maka mereka mendukungnya secara positif. Dalam masa ini, yang
diperlukan anak adalah kegembiraan dalam melakukan latihan olahraga. Oleh
karena itu pelatihnya tidak perlu menekankan pada penguasaan teknik atau
peraturan pertandingan. Pujian atau hadiah diberikan kepada usaha yang
dilakukan anak, bukan terhadap hasil akhir. Disini perlu ditanamkan perasaan
mencapai sukses bukan hanya sebagai juara, tetapi juga sebagai partisipan. Oleh
karena itu, penting sekali di masa awal ini setiap partisipan dalam suatu
kejuaraan bisa mendapatkan penghargaan.
Setelah anak mulai menyenangi dengan olahraga yang dilakukannya,
maka motivasi dan dedikasinya untuk lebih menguasai keterampilan olahraga
tersebut akan lebih meningkat. Disini diperlukan pelatih yang lebih terampil
dan memiliki hubungan positif dengan anak, sehingga sang anak bisa lebih
mengembangkan keterampilan olahraganya dan semakin merasakan keterikatan dengan
olahraganya tersebut.
Sebagai
pemain muda, persiapan mental dalam menghadapi pertandingan juga merupakan hal
yang perlu diperhatikan. Utamanya atlet perlu dibiasakan berfikir positif,
diberi keyakinan bahwa dalam pertandingan nanti dirinya mampu menampilkan
keterampilan yang telah dilatihnya. Untuk itu beberapa latihan keterampilan
psikologis (psychological skills training) seperti latihan relaksasi,
latihan konsentrasi dan latihan imajeri perlu diajarkan.
Maka daripada itu untuk melatih atlet usia dini, harus memahami
karakteristik yang mereka miliki. Berikut ini yang
harus dilakukan kepada pemain sepak bola usia dini :
- Latihan yang dilakukan lebih diprioritaskan pada segi teknik dasar
- Latihan fisik yang diberikan bisa diberikan dalam waktu yang panjang, tetapi tidak dalam bentuk yang ekstrim karena bisa menyebabkan cedera dan menghambat perkembangan pada tulang si anak
- Latihan yang diberikan sebaiknya dapat merangsang pertumbuhan tubuh si anak
- Pelatih harus mengetahui bahwa anak yang dalam masa pertumbuhan memiliki susunan tulang rawan yang sedang tumbuh, jadi latihan yang diberikan sebaiknya tidak membahayakan susunan tulang rawan tersebut. Agar tidak terjadi cedera permanen
- Apabila akan memberikan latihan kekuatan sebaiknya diberikan dengan beban yang ringan, dengan pengulangan yang relatif banyak
- Latihan yang diberikan pada usia ini adalah daya tahan, karena pada masa ini kemampuan daya tahan tubuh si anak dalam menghadapi suatu latihan sedang meningkat pesat

No comments:
Post a Comment