Dalam pendidikan jasmani ada
beberapa macam metode yang digunakan
dalam pembelajarannya antara lain:
1. GAYA KOMANDO
Dalam gaya komando ini guru penjas harus aktif
karena penjelasan, penyampaian materi diberikan oleh guru penjas itu sendiri. Dalam
gaya komando dari pra pertemuan, dalam pertemuan dan pasca pertemuan keputusan
semua diambil oleh guru penjas.
Unsur-Unsur Khas Gaya Komando :
· Semua keputusan dibuat oleh guru
· Menuruti petunjuk dan melaksanakan tugas merupakan kegiatan utama siswa
· Menghasilkan tingkat kegiatan yang tinggi
· Dapat membuat siswa merasa terlibat dan termotivasi
· Mengembangkan perilaku disiplin
2. GAYA LATIHAN
Dalam gaya latihan siswa diberikan waktu untuk melaksanakan tugas secara perorangan dan guru memberi umpan balik kepada semua siswa secara perorangan.
Peranan Guru Penjas :
· Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri
· Memberi balikan secara individual
· Meningkatkan interaksi kepada individu
· Memberi kesempatan kepada siswa dalam penyesuaian diri
3. GAYA RESIPROKAL
Gaya resiprokal memberikan kesempatan kepada teman sebaya untuk memberikan umpan balik.
Peranan ini
memungkinkan:
· Peningkatan interaksi sosial antar siswa
· Umpan balik langsung
Jadi dalam gaya ini antar siswa bisa saling mengoreksi.
· Peningkatan interaksi sosial antar siswa
· Umpan balik langsung
Jadi dalam gaya ini antar siswa bisa saling mengoreksi.
4. GAYA CAKUPAN/INKLUSI
Dalam gaya ini guru memberi tingkatan / level kemampuan kepada siswa, sehingga siswa dapat memilih gerakan sesuai kemampuannya.
Dalam gaya ini guru memberi tingkatan / level kemampuan kepada siswa, sehingga siswa dapat memilih gerakan sesuai kemampuannya.
5. GAYA KONVERGEN DAN DIVERGEN
Dalam gaya konvergen guru cukup memberikan perintah / intruksi dalam melakukan teknik gerakan dan siswa melakukan sesuai sepengetahuannya. Contoh : Bagaimana cara melakukan passing menggunakan kaki bagian luar dalam sepak bola/lakukan. Dalam gaya divergen siswa dituntut kreativ karena guru hanya memberi intruksi / perintah dan siswa melakukan.Contoh : Buatlah bentuk latihan menggunakan tali untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
http://www.bloggaul.com/masian/readblog/78388/metode-mengajarpendidikan-
jasmani.
![]() |
| Pembelajaran Penjas |
Penjelasan
Metode mengajar penjas
- Gaya komado.
Dalam gaya mengajar
seperti ini guru sangat berperan sekali dalam proses pembelajaran, dalam segala
hal, di saat sebelum pengajaran, ketika pengajaran maupun sesudah pengajaran,
guru bertindak sendiri.
Cirri-ciri gaya komando :
·
Semua keputusan diambil guru, jadi yang berhak mengambil
keputusan apapun dalam proses pembelajaran penjas adalah guru yang bersangkutan
tersebut, tanpa melibatkan pihak lain seperti siswa.
·
Menuruti
petunjuk dan melaksanakan tugas merupakan kegiatan utama siswa, siswa melakukan
semua instruksi dari guru, yang berhubungan dengan proses belajar penjas, yang
semuanya adalah sebuah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa.
·
Menghasilkan
tingkat kegiatan yang tinggi, biasanaya melalui orang yang lebih berpengalaman
dalam hal ini guru penjas, mampu membuat banyak kegiatan penjas yang
berkualiatas dengan intensitas yang sesuai dan tepat sasaran.
·
Dapat
membuat siswa merasa terlibat dan termotivasi, dengan kegiatan yang dibuat oleh
guru biasanya siswatermotivasi untuk melakukan hal yang terbaik karena tuntutan
nilai yang membuat mereka harus berusaha sungguh-sungguh demi mendapat nilai
yang bagus.
·
Mengembangkan perilaku disiplin, disiliplin
merupakan hal yang pentingdalam proses pembelajaran apa pun. “tak ada prestasi
tanpa disiplin”.
Dalam kaya pengajaran
komando ini memiliki pengaruh positif dan negative untuk proses pembelajaran
- Nilai positif
·
Siswa dapat terkontrol dengan baik.
·
TPK dapat tercapai
·
siswa akan segan pada guru.
- Nilai negative
·
Siswa tidak dapat mengembangkan pareasi gerak yang lain.
·
Siswa kurang dapat berkreasi dalam pembelajaran penjas.
·
Biasanya terjadi kesenjangan antara guru dan murid.
- Gaya latihan
dalam gaya
pengajaran seperti ini, siswa dapat perperan dalam proses pembelajaran,
berhasilnya dan tidak nya siswa memahani konsep kerak tergantung siswa, karena
siswa yang melakukan hal tersebut, guru penjas hanya memberikan sebuah koreksi
kepada siswa. Siswa berusaha sendiri untuk berlatih, untuk dapat menguasai
teknik gerak yang di ajarkan.
Siswa harus bisa menyesuikan teknik
gerak tersebut dengan kemampuan kerak yang dimiliki, ketika melakukan gerakan
yang salah maka guru membenarkan gerakan tersebut.
- Gaya resiprokal
Dalam gaya ini
siswa berinter aksi dengan teman sebanya, dimana diantara mereka saling
mengkoreksi kesalahan masing masing.
Dalam gaya
pengajran ini memiliki nilai positif, siswa dapat milihat letak kesalahan orang
lain, dan siswa melakukan inter aksi dengan sesamanya. Tetapi nilai negative
nya, ketika siswa melakukan kesalahan dan teman nya tidak tau akan sulit untuk
dibenarkan.
- Gaya cakupan/inluisi
Siswa disuruh
untuk memilih gerakan mana yang akan dilakukan, sesuai kemampuan yang dimiliki
dalam pembelajaran penjas. Hal ini dapat memudahkan siswa dalam melakukan
gerakan karena sesuai apa yang dianggap dia mudah.
- Gaya konvergen dan divergen

No comments:
Post a Comment