Translate

Tuesday, 17 June 2014

METODE MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI

            Dalam pendidikan jasmani ada beberapa macam metode yang digunakan
dalam pembelajarannya antara lain:

1.  GAYA KOMANDO
Dalam gaya komando ini guru penjas harus aktif karena penjelasan, penyampaian materi diberikan oleh guru penjas itu sendiri. Dalam gaya komando dari pra pertemuan, dalam pertemuan dan pasca pertemuan keputusan semua diambil oleh guru penjas.

Unsur-Unsur Khas Gaya Komando :
· Semua keputusan dibuat oleh guru
· Menuruti petunjuk dan melaksanakan tugas merupakan kegiatan utama siswa
· Menghasilkan tingkat kegiatan yang tinggi
· Dapat membuat siswa merasa terlibat dan termotivasi
· Mengembangkan perilaku disiplin

2. GAYA LATIHAN
Dalam gaya latihan siswa diberikan waktu untuk melaksanakan tugas secara perorangan dan guru memberi umpan balik kepada semua siswa secara perorangan.

Peranan Guru Penjas :
· Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri
· Memberi balikan secara individual
· Meningkatkan interaksi kepada individu
· Memberi kesempatan kepada siswa dalam penyesuaian diri

3. GAYA RESIPROKAL
Gaya resiprokal memberikan kesempatan kepada teman sebaya untuk memberikan umpan balik.
 Peranan ini memungkinkan:
· Peningkatan interaksi sosial antar siswa
· Umpan balik langsung
Jadi dalam gaya ini antar siswa bisa saling mengoreksi.

4. GAYA CAKUPAN/INKLUSI
Dalam gaya ini guru memberi tingkatan / level kemampuan kepada siswa, sehingga siswa dapat memilih gerakan sesuai kemampuannya.

5. GAYA KONVERGEN DAN DIVERGEN
Dalam gaya konvergen guru cukup memberikan perintah / intruksi dalam melakukan teknik gerakan dan siswa melakukan sesuai sepengetahuannya. Contoh : Bagaimana cara melakukan passing menggunakan kaki bagian luar dalam sepak bola/lakukan. Dalam gaya divergen siswa dituntut kreativ karena guru hanya memberi intruksi / perintah dan siswa melakukan.Contoh : Buatlah bentuk latihan menggunakan tali untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

http://www.bloggaul.com/masian/readblog/78388/metode-mengajarpendidikan-
jasmani.
Pembelajaran Penjas
  
Penjelasan

Metode mengajar penjas

  1. Gaya komado.
Dalam gaya mengajar seperti ini guru sangat berperan sekali dalam proses pembelajaran, dalam segala hal, di saat sebelum pengajaran, ketika pengajaran maupun sesudah pengajaran, guru bertindak sendiri.

Cirri-ciri gaya komando :
·         Semua keputusan diambil guru, jadi yang berhak mengambil keputusan apapun dalam proses pembelajaran penjas adalah guru yang bersangkutan tersebut, tanpa melibatkan pihak lain seperti siswa.
·         Menuruti petunjuk dan melaksanakan tugas merupakan kegiatan utama siswa, siswa melakukan semua instruksi dari guru, yang berhubungan dengan proses belajar penjas, yang semuanya adalah sebuah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa.
·         Menghasilkan tingkat kegiatan yang tinggi, biasanaya melalui orang yang lebih berpengalaman dalam hal ini guru penjas, mampu membuat banyak kegiatan penjas yang berkualiatas dengan intensitas yang sesuai dan tepat sasaran.
·         Dapat membuat siswa merasa terlibat dan termotivasi, dengan kegiatan yang dibuat oleh guru biasanya siswatermotivasi untuk melakukan hal yang terbaik karena tuntutan nilai yang membuat mereka harus berusaha sungguh-sungguh demi mendapat nilai yang bagus.
·          Mengembangkan perilaku disiplin, disiliplin merupakan hal yang pentingdalam proses pembelajaran apa pun. “tak ada prestasi tanpa disiplin”.

Dalam kaya pengajaran komando ini memiliki pengaruh positif dan negative untuk proses pembelajaran

  1. Nilai positif
·         Siswa dapat terkontrol dengan baik.
·         TPK dapat tercapai
·         siswa akan segan pada guru.
  1. Nilai negative
·         Siswa tidak dapat mengembangkan pareasi gerak yang lain.
·         Siswa kurang dapat berkreasi dalam pembelajaran penjas.
·         Biasanya terjadi kesenjangan antara guru dan murid.

  1. Gaya latihan
dalam gaya pengajaran seperti ini, siswa dapat perperan dalam proses pembelajaran, berhasilnya dan tidak nya siswa memahani konsep kerak tergantung siswa, karena siswa yang melakukan hal tersebut, guru penjas hanya memberikan sebuah koreksi kepada siswa. Siswa berusaha sendiri untuk berlatih, untuk dapat menguasai teknik gerak yang di ajarkan.
            Siswa harus bisa menyesuikan teknik gerak tersebut dengan kemampuan kerak yang dimiliki, ketika melakukan gerakan yang salah maka guru membenarkan gerakan tersebut.

  1. Gaya resiprokal
Dalam gaya ini siswa berinter aksi dengan teman sebanya, dimana diantara mereka saling mengkoreksi kesalahan masing masing.
Dalam gaya pengajran ini memiliki nilai positif, siswa dapat milihat letak kesalahan orang lain, dan siswa melakukan inter aksi dengan sesamanya. Tetapi nilai negative nya, ketika siswa melakukan kesalahan dan teman nya tidak tau akan sulit untuk dibenarkan.

  1. Gaya cakupan/inluisi
Siswa disuruh untuk memilih gerakan mana yang akan dilakukan, sesuai kemampuan yang dimiliki dalam pembelajaran penjas. Hal ini dapat memudahkan siswa dalam melakukan gerakan karena sesuai apa yang dianggap dia mudah.

  1. Gaya konvergen dan divergen
                     Dimana guru hanya memerintahkan siswa melakukan teknik sesuatu, dan siswa melakukan sesuai apa yang dia mampu. Menurut pandangan saya ketika guru mampu menggabungakan beberapa atau semua gaya pengajaran yang tadi di atas maka pengajaran dirasa kan sempurna, siswa tidak akan bosan dan masalas melakukan pelajaran penjas, TPK pengajaran pun akan tersampaikan dengan baik.












           


No comments:

Post a Comment